Jumat, 19 Juli 2013

Pembelajaran Materi IPS “Cara-Cara Menghadapi Bencana Alam” Kelas VI Semester 2 Dengan Menggunakan Metode Inkuiri

Prosedur Pemakaian Metode Inquiry

Di dalam melaksanakan metode inquiry dibagi atas 6 langkah :
      Langkah 1 Memperkenalkan Masalah.
            Dalam tahap ini, guru memberikan informasi yang cukup kepada peserta didik tentang pokok permasalahan yang diberikan untuk membangkitkan rasa ingin tahu nya tentang materi yang akan disampaikan.
            Guru menjelaskan ciri-ciri terjadinya suatu bencana alam baik gempa bumi, tsunami, gunung berapi, tanah longsor, banjir, angin topan, dan kebakaran hutan. Kemudian guru memberikan permasalahan kepada para peserta didik untuk dipecahkan. Permasalahan itu sebagai berikut :
“ Mengapa mengantisipasi bencana alam sejak dini itu sangat penting ?”

Langkah 2 Pengumpulan Data
            Untuk mengumpulkan data, peserta didik mengajukan pertanyaan kepada guru yang berhubungan dengan suatu masalah yang dapat dijawab oleh guru dengan “ya” atau “tidak” (joyce, 1986:85)
            Contoh pertanyaannya
-          Pokok bahasan      : Bencana alam yang sering terjadi di Indonesia ( gempa bumi, tsunami, gunung berapi, tanah longsor, banjir, angin topan, dan kebakaran hutan )
-          Permasalahannya   : Mengapa mengantisipasi bencana alam sejak dini itu sangat penting?
Pertanyaan Peserta Didik
a.       Apakah setiap tahunnya negara Indonesia pasti dilanda bencana alam ?
      Jawaban guru  “ Ya”
b.      Apakah semua bencana alam disebabkan oleh ulah manusia ?
Jawaban guru “ Tidak “
c.       Apakah semua masyarakat Indonesia mengetahui dan melaksanakan bagaimana caranya mengantisipasi bencana alam?
Jawaban guru  “Tidak”
d.      Apakah masyarakat Indonesia mengetahui tindakan yang harus segera dilakukan setelah terjadi bencana alam?
Jawaban guru “Tidak”
e.       Apakah pemerintah peduli terhadap korban bencana alam yang terjadi di Indonesia?
Jawab “Ya”
f.       Apakah masyarakat dan pemerintah harus segera melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi setelah terjadinya bencana?
Jawab “Ya”

Contoh Matriks Inquiry
Sering Terjadi Bencana
Disebabkan oleh ulah manusia
Cara mengantisipasi bencana alam
Pemerintah peduli
Rekonstruksi dan rehabilitasi
Tindakan saat terjadi bencana

Langkah 3 Menganalisis Data
            Dalam langkah ini para peserta didik mungkin bekerja secara individual ataupun kelompok. Data yang dikumpulkan dalam langkah ini sebelumnya dianalisis oleh anggota kelompok ataupun oleh peserta didik secara individual.
Data yang berhubungan dengan masalah.
a.       Setiap tahunnya negara Indonesia pasti dilanda bencana alam, dijawab “Ya” karena buktinya tahun 2012 kemarin Indonesia dilanda bencana alam.  Sekitar 85 persen adalah bencana hidrometeorologi yakni banjir, longsor, kekeringan, puting beliung. Kejadian bencana terbanyak adalah puting beliung 259 kejadian atau 36 persen, banjir 193 kejadian atau 26 persen dan tanah longsor 138 kejadian atau 19 persen.
Berdasarkan waktu kejadian, Januari adalah puncak dari kejadian bencana, yang kemudian menurun pada Februari, tetapi Maret hingga April terjadi kenaikan lagi.
Tren kejadian puting beliung cenderung mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Selama 2002 - 2011 meningkat 28 kali lipat, terdapat 404 kabupaten-kota dengan jumlah penduduk 115 juta jiwa tinggal di daerah rawan, sedang hingga tinggi, dari bahaya puting beliung di Indonesia.Sebaran rawan tinggi puting beliung di sepanjang barat Sumatera, Pantura Jawa, NTT, selatan Sulawesi Selatan.
Bencana puting beliung menyebar di perkotaan dan pedesaan. Di masa mendatang ancamannya akan makin meningkat seiring meningkatnya pengaruh perubahan iklim global dan antropogenik.

b.      Pemerintah peduli terhadap korban bencana alam yang terjadi di Indonesia, dijawab “Ya” karena setelah terjadinya bencana, pemerintah segera melakukan rekonstruksi fisik dan mental korban. Pemerintah juga memberikan dana bantuan untuk rekonstruksi perumahan penduduk. Dana diambil dari anggaran penanggulangan bencana yang dimiliki pemerintah pusat dan daerah. Bantuan kepada masyarakat berdasarkan tingkat kerusakan yang dialami warganya.

c.       Masyarakat dan pemerintah harus segera melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi setelah terjadinya bencana, dijawab “Ya” karena pemerintah harus memberikan bantuan, menyediakan beragam fasilitas dan mengaktifkan sarana umum, pendidikan serta pemerintahan. Masyarakat harus segera mengadakan gerakan kebersihan, mendata keluarga dan harta benda serta menata kehidupan kembali.

Data yang tidak berhubungan dengan masalah.
a.       Semua bencana alam disebabkan oleh ulah manusia, dijawab “Tidak” karena tidak semua bencana alam disebabkan oleh umat manusia. Hakikatnya bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa alam. Sedangkan manusia adalah faktor pendukung terjadinya bencana alam.
Contoh bencana alam yang murni disebabkan oleh peristiwa alam yaitu gempa bumi, gunung meletus dan angin topan. Bencana alam seperti banjir, kebakaran hutan, tanah longsor selain disebabkan oleh peristiwa alam namun juga bisa disebabkan karena ulah manusia.
Berikut penjelasan tentang bentuk bencana alamnya
-          Gempa Bumi
      Terjadi karena adanya gerakan kulit bumi yang terjadi secara mendadak. Dampak gerakan itu bisa menyebabkan kerusakan yang parah.
-          Tsunami
      Terjadi karena adanya gelombang laut pasang yang disebabkan adanya gempa didasar laut. Tinggi gelombang tsunami bisa mencapai sepuluh meter.
-          Tanah longsor.
      Disebabkan oleh gerakan tanah dan bebatuan pada lereng sebuah gunung. Tanah di lereng gunung bisa longsor karena adanya peningkatan kandungan air di perut gunung. Penyebab lainnya adalah pembangunan pemukiman dilereng gunung dan pemotongan kaki lereng.
-          Bencana banjir.
       Setiap musim hujan Indonesia dilanda bencana banjir. Banjir adalah keadaan saat suatu daerah tergenang oleh air dalam jumlah yang besar.
-          Kebakaran hutan.
      Kebakaran hutan tidak hanya disebabkan ulah manusia. Ada yang disebabkan perubahan iklim sebagai dampak El Nino. Namun, faktor manusia tampaknya tetap sebagai faktor utama rusaknya hutan kita.

b.      Semua masyarakat Indonesia mengetahui dan melaksanakan bagaimana caranya mengantisipasi bencana alam, dijawab “Tidak” karena masyarakat Indonesia kurang peduli terhadap lingkungannya sendiri. Mereka hanya sekedar tahu tentang cara mengantisipasi bencana alam, namun untuk pelaksanaanya susah untuk dilakukan.
Contoh nyatanya adalah masyarakat malas untuk membuang sampah ditempatnya, sehingga ketika musim hujan tiba terjadilah bbencana banjir. Ada beberapa langkah yang harus dan wajib dilakukan oleh masyarakat untuk mengantisipasi bencana alam :
-          Membiasakanlah hidup bersih dan sehat.
-          Membuang sampah ditempatnya.
-          Menjaga kelestarian lingkungan pegunungan.
-          Masyarakat harus mengetahui karakteristik gempa yang potensial menyebabkan tsunami.
-          Memberikan penyuluhan tentang bencana alam.dll

c.       Masyarakat Indonesia mengetahui tindakan yang harus segera dilakukan setelah terjadi bencana alam, di Jawab “Tidak” karena biasanya setelah terjadi bencana alam masyarakat tidak melakukan tanggap darurat. Tanggap darurat ini dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Pemerintah harus menetapkan status bencana , mengadakan evakuasi, dan segera mencukupi kebutuhan dasar masyarakat. Sedangkan masyarakat harus segera melakukan kegiatan penyelamatan, berkoordinasi dengan aparat dan tetap menjaga ketenangan.

Langkah 4 Membuat Hipotesis
Mengantisipasi bencana alam sejak dini itu sangat penting

Langkah 5 Menguji Hipotesis
      Berdasarkan hasil analisa data, hasil diskusi siswa dan buku-buku sumber yang dibaca, maka hipotesa “Mengantisipasi bencana alam sejak dini itu sangat penting” adalah benar, karena :
1.      Setiap tahunnya negara Indonesia pasti dilanda bencana alam.
2.      Di masa mendatang ancaman bencana alam akan makin meningkat seiring meningkatnya pengaruh perubahan iklim global dan antropogenik.
3.      Tidak semua bencana alam disebabkan oleh ulah manusia.
4.      Masyarakat Indonesia belum sepenuhnya mengetahui dan melaksanakan bagaimana caranya mengantisipasi bencana alam.
5.      Sebagian besar Masyarakat Indonesia belum mengetahui tindakan apa yang harus segera dilakukan setelah terjadi bencana alam.
6.      Pemerintah peduli terhadap korban bencana alam yang terjadi di Indonesia
7.      Masyarakat dan pemerintah harus segera melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi setelah terjadinya bencana

Langkah 6 Membuat Kesimpulan
                        Berdasarkan hasil analisa data, uji hipotesa dan buku-buku sumber yang dibaca, maka permasalahan “ Mengapa mengantisipasi bencana alam sejak dini itu sangat penting” adalah benar, karena :
1.      Setiap tahunnya negara Indonesia pasti dilanda bencana alam.
2.      Di masa mendatang ancaman bencana alam akan makin meningkat seiring meningkatnya pengaruh perubahan iklim global dan antropogenik.
3.      Tidak semua bencana alam disebabkan oleh ulah manusia.
4.      Masyarakat Indonesia belum sepenuhnya mengetahui dan melaksanakan bagaimana caranya mengantisipasi bencana alam.
5.      Sebagian besar Masyarakat Indonesia belum mengetahui tindakan apa yang harus segera dilakukan setelah terjadi bencana alam.
6.      Pemerintah peduli terhadap korban bencana alam yang terjadi di Indonesia
7.      Masyarakat dan pemerintah harus segera melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi setelah terjadinya bencana



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar